Minggu, 17 Juni 2012


A.    Topik
PENCEMARAN LINGKUNGAN

B.     Tujuan
       Untuk mengetahui dan memahami pencemaran lingkungan yang terjadi di sekitar Pasar Sentral Gorontalo serta mencari upaya pemecahannya dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.

C.    Teori Dasar

       Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lngkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
       Pencemaran dapat timbul sebagai akibat kegiatan manusia ataupun disebabkan oleh alam (missal gunung meletus, gas beracun). Ilmu lingkungan biasanya membahas pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia, yang dapat dicegah dan dikendalikan.
        Karena kegiatan manusia, pencermaran lingkungan pasti terjadi. Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari. Yang dapat dilakukan adalah mengurangi pencemaran, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya agar tidak mencemari lingkungan.


Macam-macam Pencemaran Lingkungan
1. Berdasarkan Tempat Terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dibedakan menjadi pencemaran udara, air, dan tanah.

a.      Pencemaran Udara
        Pencemaran udara disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2 hasil pembakaran, SO, SO2, CFC, CO, dan asap rokok.

Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara antara lain :
Terganggunya kesehatan manusia, seperti batuk dan penyakit pernapasan (bronkhitis,  emfisema, dan 
kemungkinan kanker paruparu.
·                     Rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi pada logam, dan memudarnya warna cat.
·                     Terganggunya oertumbuhan tananam, seperti menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi SO2 yang tinggi atau gas yang bersifat asam.
Adanya peristiwa efek rumah kaca (green house effect) yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub. Bila es meleleh maka permukaan laut akan naik sehingga mempengaruhi keseimbangan ekologi.
·                     Terjadinya hujan asam yang disebabkan oleh pencemaran oksida nitrogen.

b. Pencemaran Air
       Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya kedalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air 
yang terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna. Ditinjau dari asal polutan dan sumber pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan antara lain :

1. Limbah Pertanian

       Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik. Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati kemudian dimakan hewan atau manusia orang yang memakannya akan keracunan. Untuk mencegahnya, upayakan agar memilih insektisida yang berspektrum sempit (khusus membunuh hewan sasaran) serta bersifat biodegradabel (dapat terurai oleh mikroba) dan melakukan penyemprotan sesuai dengan aturan. Jangan membuang sisa obet ke sungai. Sedangkan pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air (eutrofikasi). Karena air kaya nutrisi, ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur (blooming). Hal yang demikian akan mengancam kelestarian bendungan. bemdungan akan cepat dangkal dan biota air akan mati karenanya.

2. Limbah Rumah Tangga

       Limbah rumah tangga yang cair merupakan sumber pencemaran air. Dari limbah rumah tangga cair dapat dijumpai berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemek, air buangan manusia) yang terbawa air got/parit, kemudian ikut 
aliran sungai.
       Adapula bahan-bahan anorganik seperti plastik, alumunium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Sampah bertimbun, menyumbat saluran air, dan mengakibatkan banjir. Bahan pencemar lain dari limbah rumah tangga adalah pencemar biologis berupa bibit penyakit, bakteri,dan jamur.
 Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan. Akibatnya kadar oksigen dalam air turun dratis sehingga biota air akan mati. Jika pencemaran bahan organik meningkat, kita dapat menemui cacing Tubifex berwarna kemerahan bergerombol. Cacing ini merupakan petunjuk biologis (bioindikator) parahnya pencemaran oleh bahan organic dari limbah pemukiman.

       Dikota-kota, air got berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau yang menyengat. Didalam air got yangdemikian tidak ada organisme hidup kecuali bakteri dan jamur. Dibandingkan dengan limbah industri, limbah rumah 
tangga di daerah perkotaan di Indonesia mencapai 60% dari seluruh limbah yang ada.

3. Limbah Industri

       Adanya sebagian industri yang membuang limbahnya ke air. Macam polutan yang dihasilkan tergantung pada jenis industri. Mungkin berupa polutan organik (berbau busuk), polutan anorganik (berbuaih, berwarna), atau mungkin berupa polutan yang mengandung asam belerang (berbau busuk), atau berupa suhu (air menjadi panas). Pemerintah menetapkan tata aturan untuk mengendalikan pencemara air oleh limbah industri. Misalnya, limbah industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai 
agar tidak terjadi pencemaran. Dilaut, sering terjadi kebocoran tangker minyak karena bertabrakan dengan kapal lain. Minyak yang ada di dalam kapal tumpah menggenangi lautan dalam jarak ratusan kilometer. Ikan, terumbu karang, burung laut, dan hewan-hewan laut banyak yang mati karenanya. Untuk mengatasinya, polutan dibatasi dengan pipa mengapung agar tidak tersebar, kemudian permukaan polutan ditaburi dengan zat yang dapat menguraikan minyak.

Akibat yang di timbulkan oleh pencemaran air antara lain
1.      Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen
2.      Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi)
3.      Pendangkalan dasar perairan
4.      Punahnya biota air, misalnya ikan, yuyu, udang, dan serangga air.
5.      Munculnya banjir akibat got tersumbat sampah
6.      Menjalarnya wabah muntaber
c. pencemaran tanah
       Pencemaran tanah banyak diakibatkan oleh sampah-sampah rumah tangga, pasar, industri, 
kegiatan pertanian, dan peternakan. Sampah dapat dihancurkan oleh jasad-jasad renik menjadi mineral, gas, dan air, sehingga terbentuklah humus. Sampah organik itu misalnya dedaunan, jaringan hewan, kertas, dan kulit. Sampah-sampah tersebut tergolong sampah yang mudah terurai. Sedangkan sampah anorganik seperti besi, alumunium, kaca, dan bahan sintetik seperti plastik, sulit atau tidak dapat diuraikan. Bahan pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastic yang kita buang ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian.
       Sebaiknya, sampah yang akan dibuang dipisahkan menjadi dua wadah. Pertama adalah sampah yang terurai, dan dapat dibuang ke tempat pembuangan sampah atau dapat dijadikan kompos. Jika pembuatan kompos dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah, maka akan dapat diperoleh hasil yang baik. cacing tanah dapat dijual untuk pakan ternak, sedangkan tanah kompos dapat dijual untuk pupuk. Proses ini merupakan proses pendaurulangan (recycle). Kedua adalah sampah yang tak terurai, dapat dimanfaatkan ulang (penggunaulangan = reuse). Misalnya, kaleng bekas kue digunakan lagi untuk wadah makanan, botol selai bekas digunakan untuk tempat bumbu dan botol bekas sirup digunakan untuk menyimpan air minum.
       Baik pendaurulangan maupun penggunaulangan dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Keuntungannya, beban lingkungan menjadi berkurang. Kita tahu bahwa pencemaran tidak mungkin dihilangkan. Yang 
dapat kita lakukan adalah mencegah dampak negatifnya atau mengendalikannya.
      
 


Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah antara lain
a.       Terganggunya kehidupan organisme (terutama mikroorganisme dalam tanah)
b.      Berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah sehingga tidak baik untuk pertumbuhan tanaman, dan
c.       Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi.

2. Berdasarkan Macam Bahan Pencemaran
Menurut macam bahan pencemarnya, pencemaran dibedakan menjdi berikut ini :
a.    Pencemaran kimiawi : CO2 logam berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr, Ni,) bahan radio aktif, pestisida, detergen, minyak, pupuk anorganik.
b.   Pencemaran Biolagi : mikroorganisme seperti Escherichia coli, Entamoeba coli, Salmonella thyposa.
c.    Pencemara fisik : logam, kaleng, botol, kaca, plastik, karet.
d.   Pencemaran Suara : kebisingan.

3. Berdasarkan Tingkat Pencemaran
Menurut tingkat pencemarannya, pencemaran dibedakan menjadi sebagai berikut :
a.    Pencemaran ringan, yaitu pencemaran yang dimulai menimbulkan gangguan ekosistem lain. Contohnya pencemaran gas kendraan bermotor.
b.   Pencemaran kronis, yaitu pencemaran yang mengakibatkan penyakit kronis. Contohnya pencemaran Minamata, Jepang.
c.    Pencemaran akut, yaitu pencemaran yang dapat mematikan seketika.
Contohnya pencemaran gas CO dari knalpot yang mematikan orang di dalam mobil tertutup, dan pencemaran radioaktif.


C. Dampak Pencemaran Lingkungan
1. Punahnya Spesies
       Sebagaimana telah diuraikan, polutan berbahaya bagi biota air dan darat. Berbagai jenis hewan mengelami keracunan, kemudian mati. Berbagai spesies hewan memiliki kekebalan yang tidak sama. Ada yang peka, ada pula yang tahan. Hewan muda, larva merupakan hewan yang peka terhadap bahan pencemar. Ada hewan yang dapat beradaptasi sehingga kebal terhadap bahan pencemar., ada pula yang tidak. Meskipun hewan beradaptasi,
 harus diketahui bahwa tingkat adaptasi hewan ada batasnya. Bila batas tersebut terlampui, hewan tersebut akan mati.

2. Peledakan Hama               
       Penggunaan insektisida dapat pula mematikan predator. Karena predator punah, maka serangga hama akan berkembang tanpa kendali.

3. Gangguan Keseimbangan Lingkungan
       Punahnya spasies tertentu dapat mengibah pola interaksi di dalam suatu ekosistem. Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan lairan energi menjadiberubah. Akibatnya, keseimbangan lingkngan terganggu. Daur materi dan daur biogeokimia menjadi terganggu.

4. Kesuburan Tanah Berkurang
       Penggunaan insektisida mematikan fauna tanah. Hal ini dapat menurunkan kesuburan tanah. Penggunaan pupuk terus menerus dapat menyebabkan tanah menjadi asam. Hal ini juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Demikian juga dengan terjadinya hujan asam.

5.
 Keracunan dan Penyakit
       Orang yang mengkonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami keracunan. ada yang meninggal dunia, ada yang mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, kerusakan susunan saraf, dan bahkan ada yang menyebabkan cacat 
pada keturunannya.

Usaha-usaha Mencegah Pencemaran Lingkungan
1.   Menempatkan daerah industry atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman penduduk.
2.   Pembuangan limbah industry diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem.
3.   Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain yang dapat mnimbulkan pencemaran lingkungan
4.   Memperluas gerakan penghijauan
5.   Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan
6.   Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan.

Dampak negatif perubahan lingkungn fisik terhadap kesehatan
       Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yng perlu mendapat perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah. Hal-hal yang dapat memicu terjadi perubahan lingkungan dan akhirnya juga berdampak pada kesehatan antara lain peledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, pembuangan air limbah, penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai, pengundulan hutan, dan masih banyak lagi lainnya. WHO (World Health Organization) menyatakan “kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan social serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”.
       Pengaruh kualitas lingkungan terhadap kesehatan dapat dikategorikan menjadi pengruh positif dan negatife, pengaruh positif karena lingkungan atau alam sekitar masih dapat mendukung kebutuhan masyarakat seperti ketersediaan bahan makanan, sumber daya hayati yang di diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraannya, bahan baku untuk papan, sandang, industri, mikroba dan serangga yang berguna dan lain-lainnya. Pengaruh negatif, karena elemen lingkungan yang merugikan seperti timbulan sampah yang tidak terkelola dengan baik, pencemaran di udara, di perairan dan di tanah, emiisi/keluaran gas polutan dari industri yang tidak terkendali, keberadaan mikroba patogen, hewan dan tanaman beracun, hewan berbahaya secara fisik, vektor penyakit dan reservoir penyebab dan penyebar penyakit.
       
D.    Lokasi
Pasar sentral kota Gorontalo

E.     Prosedur Pengamatan
1.      Mengamati keadaan lingkungan di Pasar Sentral Gorontalo
2.      Melakukan wawancara dengan para penjual, pengunjung, dan pihak pengelola pasar, mengenai hal-hal sebagai berikut :
·      Masalah pencemaran lingkungan yang di hadapi masyarakat setempat
·      Faktor-faktor penyebab timbulnya pencemaran tersebut
·      Bagaimana dampaknya bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat setelah terjadinya pencemaran tersebut.

F.     1. Hasil Pengamatan
       Sesuai dengan pengamatan yang dilakukan ditempat observasi yakni di Pasar Sentral Gorontalo, Telah terjadi pencemaran di lingkungan tersebut yang di akibatkan oleh sampah. Banyak sampah yang berserakan sehingga menimbulkan bau busuk dan mengganggu aktifitas pengunjung yang berdatangan. Hal ini diakibatkan oleh para pedagang-pedagang yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar dimana mereka membuang sampah dan kotoran-kotoran dari dagangan mereka dengan tidak teratur yakni di buang di saluran air ( selokan ) yang mengalir sampai di sisi jalan.
Karena adanya sikap yang tidak peduli terhadap lingkungan, maka masalah pencemaran lingkungan yang terjadi di Pasar Sentral Gorontalo sangat sulit di atasi. Pemerintah dalam hal ini dengan pernyataan yang di ungkapkan masih sangat minim dalam penanggulangan sampah tersebut. Untuk mengantisipasi masalah pencemaran lingkungan ini maka sebaiknya pemerintah melakukan upaya yakni dengan menghimbau masyarakat dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa peduli terhadap lingkungan sekitar dan menjelaskan tentang dampak-dampak yang di timbulkan dari pencemaran lingkungan. Khususnya dampak buruk dari pencemaran lingkungan bagi kesehatan manusia.

2.      Hasil Wawancara
Berdasarkan hasil wawancara di tempat observasi,dengan beberapa  responden maka kami menemukan beberapa data deskriftif tentang masalah pencemaran lingkungan yang terjadi di Pasar Sentral Gorontalo, yakni sebagai berikut :

1.      Nama responden   :           Wisnu Olii
Umur                     :           52 tahun
Lama bekerja         :           30 tahun
       Bapak Wisnu adalah seorang pedagang yang ada di pasar sentral, pak Wisnu bekerja sebagai pedgang sembako, pekerjaan ini dia jalani sudah 30 tahun, pak Wisnu bekerja mulai dari pukul 07.00-18.00.
       Pak Wisnu mengatakan bahwa tidak merasa terganggu dengan lingkungan yang berdekatan dengan tempat sampah dan selokan yang bau, selain itu juga dia mengatakan bahwa di lingkungan tempat ia berjualan bersih dan nyaman-nyaman saja, karena sudah terbiasa dengan lingkungan sekitar, pak Wisnu mengatakan hanya pengunjung saja yang merasa terganggu, karena adanya bau yang ditimbulkan oleh sampah dan selokan.
      
2.      Nama responden   :           Usman Suratinoyo
Umur                     :           tahun
Lama bekerja               :           15 tahun
Pekerjaan                     :           Pedagang rempah-rempah
       Bapak Usman adalah salah satu responden yang kami wawancara di pasar sentral Gorontalo, dia bekerja sebagai penjual rempah-rempah dan kegiatan itu dia lakukan selama 15 tahun, dari wawancara tersebut dia mengatakan sedikit terganggu dengan lingkungannya, karena berdekatan dengan tempat sampah yang bau, dan intinya sampah harus di buang pada tempat akhir, karena dengan sampah di buang, bau busuk akan berkurang. 

3.   Nama responden     :           Yuli
Umur                           :           29 tahun
Lama bekerja               :           15 tahun
Pekerjaan                     :           penjual sayur dan kue
       Ibu Yuli adalah salah satu penjual sayur dan kue yang ada di pasar sentral Gorontalo, dia bekerja sebagai penjual sayur dan kue, kegiatan itu dia lakukan sudah 15 tahun, dia bekerja dari pagi sampai malam. Dia sudah biasa dengan lingkungan sekitar, walupun bau yang ditimbulkan dari sampah dan selokan.
       Keluhannya yaitu  sampah yang tidak dibuang pada tempat akhir akan mengganggu kenyamanan di lingkungan tempat ia berjualan, selain itu juga ibu Yuli mengatakan bahwa pengunjung yang datang berbelanja akan merasa terganggu dengan bau yang di timbulkan oleh sampah.

3.      Deskripsi Lokasi
       Pasar sentral adalah salah satu pasar terbesar yang ada di kota Gorontalo yang letaknya di pusat kota yakni di Jalan Budi Utomo Kelurahan Limba U2 Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo.
       Keadaan lingkungannya sangat memprihatinkan, karena banyaknya tumpukan sampah yang berserakan di tanah yang ditemui hampir di setiap bagian pasar sentral, sehingga pasar tersebut terlihat kotor dan bau yang diakibatkan oleh sampah. Hal ini diakibatkan oleh para pedgang-peagang yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar dimana mereka membuang sampah dan kotoran-kotoran dari dagangan mereka dengan tidak teratur yakni dibuang di saluran air (seokan) yang mengalir sampai di sisi jalan.
    
G.    Pembahasan







Presentase kesadaran dan kepedulian lingkungan
       Berdasarkan histogram diatas dapat dilihat bahwa tingkat ketidak sadaran responden berbeda-beda. Yang pertama pak Wisnu, tingkat ketidak sadarannya terhadap lingkungan mencapai 90%. Pak Wisnu mengatakan bahwa tidak merasa terganggu dengan lingkungan yang berdekatan dengan tempat sampah dan selokan yang bau, selain itu juga dia mengatakan bahwa di lingkungan tempat ia berjualan bersih dan nyaman-nyaman saja, karena sudah terbiasa dengan lingkungan sekitar, pak Wisnu mengatakan hanya pengunjung saja yang merasa terganggu, karena adanya bau yang ditimbulkan oleh sampah dan selokan.
       Yang kedua pak Usman, tingkat ketidak sadarannya terhadap lingkungan mencapai 80%. Bapak Usman adalah salah satu responden yang kami wawancara di pasar sentral Gorontalo, dia bekerja sebagai penjual rempah-rempah dan kegiatan itu dia lakukan selama 15 tahun, dari wawancara tersebut dia mengatakan sedikit terganggu dengan lingkungannya, karena berdekatan dengan tempat sampah yang bau, dan intinya sampah harus di buang pada tempat akhir, karena dengan sampah di buang, bau busuk akan berkurang. 
       Yang ketiga yaitu ibu Yuli, tingkat ketidak sadarannya mencapai 85%. Ibu Yuli adalah salah satu penjual sayur dan kue yang ada di pasar sentral Gorontalo, dia bekerja sebagai penjual sayur dan kue, kegiatan itu dia lakukan sudah 15 tahun, dia bekerja dari pagi sampai malam. Dia sudah biasa dengan lingkungan sekitar, walupun bau yang ditimbulkan dari sampah dan selokan.
       Keluhannya yaitu  sampah yang tidak dibuang pada tempat akhir akan mengganggu kenyamanan di lingkungan tempat ia berjualan, selain itu juga ibu Yuli mengatakan bahwa pengunjung yang datang berbelanja akan merasa terganggu dengan bau yang di timbulkan oleh sampah.

















H.    Kesimpulan
       Jadi, dari hasil pengamatan secara langsung yang dilakukan di pasar sentral Gorontalo telah mengalami pencemaran, baik pencemaran tanah, air, dan udara. Pencemaran tanah yang terjadi di pasar sental diakibatkan oleh banyaknya sampah yang berserakan dan tumpukan sampah di tanah yang ditemui hampir disetiap bagian pasar sentral, sehingga pasar tersebut terlibat kotor dan bau yang diakibatkan oleh sampah.
       Dari pengamatan yang dilakukan di pasar sentral, ketiga responden belum ada kesadaran tentang lingkungan yang masih terlihat kotor, dan bau busuk atau sudah tercemar. Padahal keadaan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan.













I.       Daftar pustaka

Kusumawati, Omegawati. 2010. Biologi. (100-102) Klaten.
http:// www.sentra-edukasi.com/...2010/macam-macam-pencemaran-     lingkungan-... (Diakses pada tanggal 06-06-2012)
Rohman Fathur dkk. 2009. Pendidikan Lingkungan Hidup (5-6) Malang.
http:// ml.scribd.com/doc/..2008./Pencemaran-lingkungan - Translate this   page  (Diakses pada tanggal 06-06-2012)

http://www.slideshare.net/..2012./pencemaran-lingkungan-11... - Translate this page (Diakses pada tanggal 06-06-2012)

Fernanda Olympia, 2012. Manusia dan lingkungan (3-4) Jakarta













J.      Dokumentasi
 





          

    Wawancara dengan  Pak Wisnu                           wawancara dengan Pak Usman                          




     


Ibu Yuli penjual sayur dan kue

                       
                                           

Keadaan pasar sentral kota Gorontalo






              Selokan yang dipenuhi sampah            air tergenang dalam selokan karena tersumbat






                                                                Sampah berserakan di setiap bagian pasar                  
























A.    Topik
PENCEMARAN LINGKUNGAN

B.     Tujuan
       Untuk mengetahui dan memahami pencemaran lingkungan yang terjadi di sekitar Pasar Sentral Gorontalo serta mencari upaya pemecahannya dengan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.

C.    Teori Dasar

       Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lngkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982).
       Pencemaran dapat timbul sebagai akibat kegiatan manusia ataupun disebabkan oleh alam (missal gunung meletus, gas beracun). Ilmu lingkungan biasanya membahas pencemaran yang disebabkan oleh aktivitas manusia, yang dapat dicegah dan dikendalikan.
        Karena kegiatan manusia, pencermaran lingkungan pasti terjadi. Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari. Yang dapat dilakukan adalah mengurangi pencemaran, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya agar tidak mencemari lingkungan.


Macam-macam Pencemaran Lingkungan
1. Berdasarkan Tempat Terjadinya
Menurut tempat terjadinya, pencemaran dibedakan menjadi pencemaran udara, air, dan tanah.

a.      Pencemaran Udara
        Pencemaran udara disebabkan oleh asap buangan, misalnya gas CO2 hasil pembakaran, SO, SO2, CFC, CO, dan asap rokok.

Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran udara antara lain :
Terganggunya kesehatan manusia, seperti batuk dan penyakit pernapasan (bronkhitis,  emfisema, dan 
kemungkinan kanker paruparu.
·                     Rusaknya bangunan karena pelapukan, korosi pada logam, dan memudarnya warna cat.
·                     Terganggunya oertumbuhan tananam, seperti menguningnya daun atau kerdilnya tanaman akibat konsentrasi SO2 yang tinggi atau gas yang bersifat asam.
Adanya peristiwa efek rumah kaca (green house effect) yang dapat menaikkan suhu udara secara global serta dapat mengubah pola iklim bumi dan mencairkan es di kutub. Bila es meleleh maka permukaan laut akan naik sehingga mempengaruhi keseimbangan ekologi.
·                     Terjadinya hujan asam yang disebabkan oleh pencemaran oksida nitrogen.

b. Pencemaran Air
       Pencemaran air adalah peristiwa masuknya zat, energi, unsur, atau komponen lainnya kedalam air sehingga menyebabkan kualitas air terganggu. Kualitas air 
yang terganggu ditandai dengan perubahan bau, rasa, dan warna. Ditinjau dari asal polutan dan sumber pencemarannya, pencemaran air dapat dibedakan antara lain :

1. Limbah Pertanian

       Limbah pertanian dapat mengandung polutan insektisida atau pupuk organik. Insektisida dapat mematikan biota sungai. Jika biota sungai tidak mati kemudian dimakan hewan atau manusia orang yang memakannya akan keracunan. Untuk mencegahnya, upayakan agar memilih insektisida yang berspektrum sempit (khusus membunuh hewan sasaran) serta bersifat biodegradabel (dapat terurai oleh mikroba) dan melakukan penyemprotan sesuai dengan aturan. Jangan membuang sisa obet ke sungai. Sedangkan pupuk organik yang larut dalam air dapat menyuburkan lingkungan air (eutrofikasi). Karena air kaya nutrisi, ganggang dan tumbuhan air tumbuh subur (blooming). Hal yang demikian akan mengancam kelestarian bendungan. bemdungan akan cepat dangkal dan biota air akan mati karenanya.

2. Limbah Rumah Tangga

       Limbah rumah tangga yang cair merupakan sumber pencemaran air. Dari limbah rumah tangga cair dapat dijumpai berbagai bahan organik (misal sisa sayur, ikan, nasi, minyak, lemek, air buangan manusia) yang terbawa air got/parit, kemudian ikut 
aliran sungai.
       Adapula bahan-bahan anorganik seperti plastik, alumunium, dan botol yang hanyut terbawa arus air. Sampah bertimbun, menyumbat saluran air, dan mengakibatkan banjir. Bahan pencemar lain dari limbah rumah tangga adalah pencemar biologis berupa bibit penyakit, bakteri,dan jamur.
 Bahan organik yang larut dalam air akan mengalami penguraian dan pembusukan. Akibatnya kadar oksigen dalam air turun dratis sehingga biota air akan mati. Jika pencemaran bahan organik meningkat, kita dapat menemui cacing Tubifex berwarna kemerahan bergerombol. Cacing ini merupakan petunjuk biologis (bioindikator) parahnya pencemaran oleh bahan organic dari limbah pemukiman.

       Dikota-kota, air got berwarna kehitaman dan mengeluarkan bau yang menyengat. Didalam air got yangdemikian tidak ada organisme hidup kecuali bakteri dan jamur. Dibandingkan dengan limbah industri, limbah rumah 
tangga di daerah perkotaan di Indonesia mencapai 60% dari seluruh limbah yang ada.

3. Limbah Industri

       Adanya sebagian industri yang membuang limbahnya ke air. Macam polutan yang dihasilkan tergantung pada jenis industri. Mungkin berupa polutan organik (berbau busuk), polutan anorganik (berbuaih, berwarna), atau mungkin berupa polutan yang mengandung asam belerang (berbau busuk), atau berupa suhu (air menjadi panas). Pemerintah menetapkan tata aturan untuk mengendalikan pencemara air oleh limbah industri. Misalnya, limbah industri harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai 
agar tidak terjadi pencemaran. Dilaut, sering terjadi kebocoran tangker minyak karena bertabrakan dengan kapal lain. Minyak yang ada di dalam kapal tumpah menggenangi lautan dalam jarak ratusan kilometer. Ikan, terumbu karang, burung laut, dan hewan-hewan laut banyak yang mati karenanya. Untuk mengatasinya, polutan dibatasi dengan pipa mengapung agar tidak tersebar, kemudian permukaan polutan ditaburi dengan zat yang dapat menguraikan minyak.

Akibat yang di timbulkan oleh pencemaran air antara lain
1.      Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen
2.      Terjadinya ledakan populasi ganggang dan tumbuhan air (eutrofikasi)
3.      Pendangkalan dasar perairan
4.      Punahnya biota air, misalnya ikan, yuyu, udang, dan serangga air.
5.      Munculnya banjir akibat got tersumbat sampah
6.      Menjalarnya wabah muntaber
c. pencemaran tanah
       Pencemaran tanah banyak diakibatkan oleh sampah-sampah rumah tangga, pasar, industri, 
kegiatan pertanian, dan peternakan. Sampah dapat dihancurkan oleh jasad-jasad renik menjadi mineral, gas, dan air, sehingga terbentuklah humus. Sampah organik itu misalnya dedaunan, jaringan hewan, kertas, dan kulit. Sampah-sampah tersebut tergolong sampah yang mudah terurai. Sedangkan sampah anorganik seperti besi, alumunium, kaca, dan bahan sintetik seperti plastik, sulit atau tidak dapat diuraikan. Bahan pencemar itu akan tetap utuh hingga 300 tahun yang akan datang. Bungkus plastic yang kita buang ke lingkungan akan tetap ada dan mungkin akan ditemukan oleh anak cucu kita setelah ratusan tahun kemudian.
       Sebaiknya, sampah yang akan dibuang dipisahkan menjadi dua wadah. Pertama adalah sampah yang terurai, dan dapat dibuang ke tempat pembuangan sampah atau dapat dijadikan kompos. Jika pembuatan kompos dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah, maka akan dapat diperoleh hasil yang baik. cacing tanah dapat dijual untuk pakan ternak, sedangkan tanah kompos dapat dijual untuk pupuk. Proses ini merupakan proses pendaurulangan (recycle). Kedua adalah sampah yang tak terurai, dapat dimanfaatkan ulang (penggunaulangan = reuse). Misalnya, kaleng bekas kue digunakan lagi untuk wadah makanan, botol selai bekas digunakan untuk tempat bumbu dan botol bekas sirup digunakan untuk menyimpan air minum.
       Baik pendaurulangan maupun penggunaulangan dapat mencegah terjadinya pencemaran lingkungan. Keuntungannya, beban lingkungan menjadi berkurang. Kita tahu bahwa pencemaran tidak mungkin dihilangkan. Yang 
dapat kita lakukan adalah mencegah dampak negatifnya atau mengendalikannya.
      
 


Akibat yang ditimbulkan oleh pencemaran tanah antara lain
a.       Terganggunya kehidupan organisme (terutama mikroorganisme dalam tanah)
b.      Berubahnya sifat kimia atau sifat fisika tanah sehingga tidak baik untuk pertumbuhan tanaman, dan
c.       Mengubah dan mempengaruhi keseimbangan ekologi.

2. Berdasarkan Macam Bahan Pencemaran
Menurut macam bahan pencemarnya, pencemaran dibedakan menjdi berikut ini :
a.    Pencemaran kimiawi : CO2 logam berat (Hg, Pb, As, Cd, Cr, Ni,) bahan radio aktif, pestisida, detergen, minyak, pupuk anorganik.
b.   Pencemaran Biolagi : mikroorganisme seperti Escherichia coli, Entamoeba coli, Salmonella thyposa.
c.    Pencemara fisik : logam, kaleng, botol, kaca, plastik, karet.
d.   Pencemaran Suara : kebisingan.

3. Berdasarkan Tingkat Pencemaran
Menurut tingkat pencemarannya, pencemaran dibedakan menjadi sebagai berikut :
a.    Pencemaran ringan, yaitu pencemaran yang dimulai menimbulkan gangguan ekosistem lain. Contohnya pencemaran gas kendraan bermotor.
b.   Pencemaran kronis, yaitu pencemaran yang mengakibatkan penyakit kronis. Contohnya pencemaran Minamata, Jepang.
c.    Pencemaran akut, yaitu pencemaran yang dapat mematikan seketika.
Contohnya pencemaran gas CO dari knalpot yang mematikan orang di dalam mobil tertutup, dan pencemaran radioaktif.


C. Dampak Pencemaran Lingkungan
1. Punahnya Spesies
       Sebagaimana telah diuraikan, polutan berbahaya bagi biota air dan darat. Berbagai jenis hewan mengelami keracunan, kemudian mati. Berbagai spesies hewan memiliki kekebalan yang tidak sama. Ada yang peka, ada pula yang tahan. Hewan muda, larva merupakan hewan yang peka terhadap bahan pencemar. Ada hewan yang dapat beradaptasi sehingga kebal terhadap bahan pencemar., ada pula yang tidak. Meskipun hewan beradaptasi,
 harus diketahui bahwa tingkat adaptasi hewan ada batasnya. Bila batas tersebut terlampui, hewan tersebut akan mati.

2. Peledakan Hama               
       Penggunaan insektisida dapat pula mematikan predator. Karena predator punah, maka serangga hama akan berkembang tanpa kendali.

3. Gangguan Keseimbangan Lingkungan
       Punahnya spasies tertentu dapat mengibah pola interaksi di dalam suatu ekosistem. Rantai makanan, jaring-jaring makanan dan lairan energi menjadiberubah. Akibatnya, keseimbangan lingkngan terganggu. Daur materi dan daur biogeokimia menjadi terganggu.

4. Kesuburan Tanah Berkurang
       Penggunaan insektisida mematikan fauna tanah. Hal ini dapat menurunkan kesuburan tanah. Penggunaan pupuk terus menerus dapat menyebabkan tanah menjadi asam. Hal ini juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Demikian juga dengan terjadinya hujan asam.

5.
 Keracunan dan Penyakit
       Orang yang mengkonsumsi sayur, ikan, dan bahan makanan tercemar dapat mengalami keracunan. ada yang meninggal dunia, ada yang mengalami kerusakan hati, ginjal, menderita kanker, kerusakan susunan saraf, dan bahkan ada yang menyebabkan cacat 
pada keturunannya.

Usaha-usaha Mencegah Pencemaran Lingkungan
1.   Menempatkan daerah industry atau pabrik jauh dari daerah perumahan atau pemukiman penduduk.
2.   Pembuangan limbah industry diatur sehingga tidak mencemari lingkungan atau ekosistem.
3.   Pengawasan terhadap penggunaan jenis-jenis pestisida dan zat kimia lain yang dapat mnimbulkan pencemaran lingkungan
4.   Memperluas gerakan penghijauan
5.   Tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran lingkungan
6.   Memberikan kesadaran terhadap masyarakat tentang arti lingkungan hidup sehingga manusia lebih mencintai lingkungan.

Dampak negatif perubahan lingkungn fisik terhadap kesehatan
       Keadaan kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yng perlu mendapat perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah. Hal-hal yang dapat memicu terjadi perubahan lingkungan dan akhirnya juga berdampak pada kesehatan antara lain peledakan penduduk, penyediaan air bersih, pengelolaan sampah, pembuangan air limbah, penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan, ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai, pengundulan hutan, dan masih banyak lagi lainnya. WHO (World Health Organization) menyatakan “kesehatan adalah suatu keadaan sehat yang utuh secara fisik, mental dan social serta bukan hanya merupakan bebas dari penyakit”.
       Pengaruh kualitas lingkungan terhadap kesehatan dapat dikategorikan menjadi pengruh positif dan negatife, pengaruh positif karena lingkungan atau alam sekitar masih dapat mendukung kebutuhan masyarakat seperti ketersediaan bahan makanan, sumber daya hayati yang di diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraannya, bahan baku untuk papan, sandang, industri, mikroba dan serangga yang berguna dan lain-lainnya. Pengaruh negatif, karena elemen lingkungan yang merugikan seperti timbulan sampah yang tidak terkelola dengan baik, pencemaran di udara, di perairan dan di tanah, emiisi/keluaran gas polutan dari industri yang tidak terkendali, keberadaan mikroba patogen, hewan dan tanaman beracun, hewan berbahaya secara fisik, vektor penyakit dan reservoir penyebab dan penyebar penyakit.
       
D.    Lokasi
Pasar sentral kota Gorontalo

E.     Prosedur Pengamatan
1.      Mengamati keadaan lingkungan di Pasar Sentral Gorontalo
2.      Melakukan wawancara dengan para penjual, pengunjung, dan pihak pengelola pasar, mengenai hal-hal sebagai berikut :
·      Masalah pencemaran lingkungan yang di hadapi masyarakat setempat
·      Faktor-faktor penyebab timbulnya pencemaran tersebut
·      Bagaimana dampaknya bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat setelah terjadinya pencemaran tersebut.

F.     1. Hasil Pengamatan
       Sesuai dengan pengamatan yang dilakukan ditempat observasi yakni di Pasar Sentral Gorontalo, Telah terjadi pencemaran di lingkungan tersebut yang di akibatkan oleh sampah. Banyak sampah yang berserakan sehingga menimbulkan bau busuk dan mengganggu aktifitas pengunjung yang berdatangan. Hal ini diakibatkan oleh para pedagang-pedagang yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar dimana mereka membuang sampah dan kotoran-kotoran dari dagangan mereka dengan tidak teratur yakni di buang di saluran air ( selokan ) yang mengalir sampai di sisi jalan.
Karena adanya sikap yang tidak peduli terhadap lingkungan, maka masalah pencemaran lingkungan yang terjadi di Pasar Sentral Gorontalo sangat sulit di atasi. Pemerintah dalam hal ini dengan pernyataan yang di ungkapkan masih sangat minim dalam penanggulangan sampah tersebut. Untuk mengantisipasi masalah pencemaran lingkungan ini maka sebaiknya pemerintah melakukan upaya yakni dengan menghimbau masyarakat dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar bisa peduli terhadap lingkungan sekitar dan menjelaskan tentang dampak-dampak yang di timbulkan dari pencemaran lingkungan. Khususnya dampak buruk dari pencemaran lingkungan bagi kesehatan manusia.

2.      Hasil Wawancara
Berdasarkan hasil wawancara di tempat observasi,dengan beberapa  responden maka kami menemukan beberapa data deskriftif tentang masalah pencemaran lingkungan yang terjadi di Pasar Sentral Gorontalo, yakni sebagai berikut :

1.      Nama responden   :           Wisnu Olii
Umur                     :           52 tahun
Lama bekerja         :           30 tahun
       Bapak Wisnu adalah seorang pedagang yang ada di pasar sentral, pak Wisnu bekerja sebagai pedgang sembako, pekerjaan ini dia jalani sudah 30 tahun, pak Wisnu bekerja mulai dari pukul 07.00-18.00.
       Pak Wisnu mengatakan bahwa tidak merasa terganggu dengan lingkungan yang berdekatan dengan tempat sampah dan selokan yang bau, selain itu juga dia mengatakan bahwa di lingkungan tempat ia berjualan bersih dan nyaman-nyaman saja, karena sudah terbiasa dengan lingkungan sekitar, pak Wisnu mengatakan hanya pengunjung saja yang merasa terganggu, karena adanya bau yang ditimbulkan oleh sampah dan selokan.
      
2.      Nama responden   :           Usman Suratinoyo
Umur                     :           tahun
Lama bekerja               :           15 tahun
Pekerjaan                     :           Pedagang rempah-rempah
       Bapak Usman adalah salah satu responden yang kami wawancara di pasar sentral Gorontalo, dia bekerja sebagai penjual rempah-rempah dan kegiatan itu dia lakukan selama 15 tahun, dari wawancara tersebut dia mengatakan sedikit terganggu dengan lingkungannya, karena berdekatan dengan tempat sampah yang bau, dan intinya sampah harus di buang pada tempat akhir, karena dengan sampah di buang, bau busuk akan berkurang. 

3.   Nama responden     :           Yuli
Umur                           :           29 tahun
Lama bekerja               :           15 tahun
Pekerjaan                     :           penjual sayur dan kue
       Ibu Yuli adalah salah satu penjual sayur dan kue yang ada di pasar sentral Gorontalo, dia bekerja sebagai penjual sayur dan kue, kegiatan itu dia lakukan sudah 15 tahun, dia bekerja dari pagi sampai malam. Dia sudah biasa dengan lingkungan sekitar, walupun bau yang ditimbulkan dari sampah dan selokan.
       Keluhannya yaitu  sampah yang tidak dibuang pada tempat akhir akan mengganggu kenyamanan di lingkungan tempat ia berjualan, selain itu juga ibu Yuli mengatakan bahwa pengunjung yang datang berbelanja akan merasa terganggu dengan bau yang di timbulkan oleh sampah.

3.      Deskripsi Lokasi
       Pasar sentral adalah salah satu pasar terbesar yang ada di kota Gorontalo yang letaknya di pusat kota yakni di Jalan Budi Utomo Kelurahan Limba U2 Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo.
       Keadaan lingkungannya sangat memprihatinkan, karena banyaknya tumpukan sampah yang berserakan di tanah yang ditemui hampir di setiap bagian pasar sentral, sehingga pasar tersebut terlihat kotor dan bau yang diakibatkan oleh sampah. Hal ini diakibatkan oleh para pedgang-peagang yang tidak peduli dengan lingkungan sekitar dimana mereka membuang sampah dan kotoran-kotoran dari dagangan mereka dengan tidak teratur yakni dibuang di saluran air (seokan) yang mengalir sampai di sisi jalan.
    
G.    Pembahasan







Presentase kesadaran dan kepedulian lingkungan
       Berdasarkan histogram diatas dapat dilihat bahwa tingkat ketidak sadaran responden berbeda-beda. Yang pertama pak Wisnu, tingkat ketidak sadarannya terhadap lingkungan mencapai 90%. Pak Wisnu mengatakan bahwa tidak merasa terganggu dengan lingkungan yang berdekatan dengan tempat sampah dan selokan yang bau, selain itu juga dia mengatakan bahwa di lingkungan tempat ia berjualan bersih dan nyaman-nyaman saja, karena sudah terbiasa dengan lingkungan sekitar, pak Wisnu mengatakan hanya pengunjung saja yang merasa terganggu, karena adanya bau yang ditimbulkan oleh sampah dan selokan.
       Yang kedua pak Usman, tingkat ketidak sadarannya terhadap lingkungan mencapai 80%. Bapak Usman adalah salah satu responden yang kami wawancara di pasar sentral Gorontalo, dia bekerja sebagai penjual rempah-rempah dan kegiatan itu dia lakukan selama 15 tahun, dari wawancara tersebut dia mengatakan sedikit terganggu dengan lingkungannya, karena berdekatan dengan tempat sampah yang bau, dan intinya sampah harus di buang pada tempat akhir, karena dengan sampah di buang, bau busuk akan berkurang. 
       Yang ketiga yaitu ibu Yuli, tingkat ketidak sadarannya mencapai 85%. Ibu Yuli adalah salah satu penjual sayur dan kue yang ada di pasar sentral Gorontalo, dia bekerja sebagai penjual sayur dan kue, kegiatan itu dia lakukan sudah 15 tahun, dia bekerja dari pagi sampai malam. Dia sudah biasa dengan lingkungan sekitar, walupun bau yang ditimbulkan dari sampah dan selokan.
       Keluhannya yaitu  sampah yang tidak dibuang pada tempat akhir akan mengganggu kenyamanan di lingkungan tempat ia berjualan, selain itu juga ibu Yuli mengatakan bahwa pengunjung yang datang berbelanja akan merasa terganggu dengan bau yang di timbulkan oleh sampah.

















H.    Kesimpulan
       Jadi, dari hasil pengamatan secara langsung yang dilakukan di pasar sentral Gorontalo telah mengalami pencemaran, baik pencemaran tanah, air, dan udara. Pencemaran tanah yang terjadi di pasar sental diakibatkan oleh banyaknya sampah yang berserakan dan tumpukan sampah di tanah yang ditemui hampir disetiap bagian pasar sentral, sehingga pasar tersebut terlibat kotor dan bau yang diakibatkan oleh sampah.
       Dari pengamatan yang dilakukan di pasar sentral, ketiga responden belum ada kesadaran tentang lingkungan yang masih terlihat kotor, dan bau busuk atau sudah tercemar. Padahal keadaan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kesehatan.













I.       Daftar pustaka

Kusumawati, Omegawati. 2010. Biologi. (100-102) Klaten.
http:// www.sentra-edukasi.com/...2010/macam-macam-pencemaran-     lingkungan-... (Diakses pada tanggal 06-06-2012)
Rohman Fathur dkk. 2009. Pendidikan Lingkungan Hidup (5-6) Malang.
http:// ml.scribd.com/doc/..2008./Pencemaran-lingkungan - Translate this   page  (Diakses pada tanggal 06-06-2012)

http://www.slideshare.net/..2012./pencemaran-lingkungan-11... - Translate this page (Diakses pada tanggal 06-06-2012)

Fernanda Olympia, 2012. Manusia dan lingkungan (3-4) Jakarta













J.      Dokumentasi
 





          

    Wawancara dengan  Pak Wisnu                           wawancara dengan Pak Usman                          




     


Ibu Yuli penjual sayur dan kue

                       
                                           

Keadaan pasar sentral kota Gorontalo






              Selokan yang dipenuhi sampah            air tergenang dalam selokan karena tersumbat






                                                                Sampah berserakan di setiap bagian pasar                  
























Tidak ada komentar:

Posting Komentar